Sumedang Perlu Birokrat Yang Berpengalaman

Rabu, 30 Januari 2013

Begitu akrab dan solid, itu kesan yang terlihat saat tim pemenangan Didi-RinSo berkumpul dalam acara Konsolidasi PJ TPS Didi-RinSo tingkat Kecamatan se-Kabupaten Sumedang yang bertempat di Cimuja Sumedang, Senin (28/1). Hampir seluruh PJ TPS yang berasal dari dua partai yang berbeda, yaitu PKS dan PBB di tambah dengan relawan tampak hadir.

Dalam sambutannya Didi Ahmadi Djamhir sebagai calon Bupati Sumedang periode 2013-2018 menyampaikan permasalahan Sumedang saat ini. “Ada beberapa permasalahan yang di hadapi oleh kita saat ini, di antranya adalah masalah pengangguran hampir 30-40 orang dari 100 anak muda belum mimiliki pekerjaan, selanjutnya dalam masalah pertanian, banyak pemuda yang tinggal di daerah pertanian tapi teu bisa macul,” sebut Didi.

Solusi atas permasalahan itu, sebagaimana harapan dari masyarakat di berbagai daerah yang beliau kunjungi, yang jumlahnya sudah mencapai 212 titik, masyarakat meminta adanya gerakan untuk merubah, Didi menilai perubahan itu harus di awali dari perekonomian dengan cara membangun agrobisnis dan mengembangkan industri kreatif yang hasilnya langsung di rasakan oleh para pemuda. “Saya akan fokus membangun agribisnis dan meningkatkan hasil pertanian dengan cara memberdayakan lahan-lahan yang masih belum efektif di garap,” tambah pria yang juga alumni ITB ini.

Kenapa dari ekonomi? Tanya Kang Didi, selain sesuai dengan tahapan dan prioritas pada RPMJD ke-3 (tahun 2014-2018) yaitu pengembangan system perekonomian daerah berparadigma ekonomi kreatif guna mendorong penciptaan lapangan kerja masal dan penurunan jumlah kemiskinan di Kabupaten Sumedang ini. “Saya berkeyakinan kalau sumber perekonomian Sumedang di kelola dengan baik, akses jalan bagus, kota di tata, desanya juga di benahi Sumedang akan bergerk menuju kemakmuran yang sejati, yaitu makmur dalam segala bidang, insyaalloh Sumedang pasti hurip,” Kang Didi kembali menjelaskan pertanyaannya.

Selanjutnya, APBD Kabupaten Sumedang untuk tahun 2013 sekitar 1,8 Triliun. Angka yang cukup besar namun berkaca ke belakang APBD kita senantiasa defisit, untuk memenuhi kekurangan tersebut solusinya adalah meningkatkan agrobisnis yang memiliki nilai investasi sebesar 4 Triliun.

Selain permasalahan tadi tambah Didi, Sumedang juga memiliki permasalahan yang cukup banyak, setidaknya meliputi aspek; sosial, politik, budaya, lingkungan, ketertiban dan ketentraman, tata kelola pelayanan pubik serta tata kelola birokrasi pemerintahan. “Saya bukan orang patai, saya adalah birokrasi dan saya sudah memiliki pengalaman sebagai Kasie Tata Ruang Tata Guna Tanah Bappeda Kota Tangerang (1994-1997), Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Tangerang (1997-2001), Kabid Tata Ruang Dinas Tata Kota Kota Tangerang (2001-2003),

Kabid Tata Ruang Dinas Tata Kota Kota Cimahi (2003-2008) dan terakhir sebagai Kepala Bappeda Kota Cimahi (2008-2012). Dengan bekal pengalaman itu Insya Alloh saya akan membangun Sumedang menjadi Kabupaten yang Hirup bari Hurip,” lanjut Didi.

Wawancara dengan H. Undang B (arsitektur-ITB) politisi senior PDI Sumedang yang sempat menjabat menjadi DPRD Kab. Sumedang bersamaan Kol. Omo Rahmat (alm) dari Golkar mengatakan : "Didi mempunyai potensi untuk mengubah Sumedang ke arah yang lebih baik, karena seorang birokrat berpengalaman di bidang perencanaan perkotaan yang telah mengembangkan kota Tanggerang dan Cimahi dan di dorong oleh Ir. Itoch Tochija, Msc (Walikota Cimahi sekarang dijabat istrinya) untuk mengembangkan potensi yang di miliki kabupaten Sumedang sebagai tempat kelahirannya".

Semoga saja 5 tahun ke depan Didi diberikan amanah kekuasaan oleh Alloh Swt sehingga bisa melakukan perubahan di Kabupaten Sumedang ini tentunya kearah yang lebih baik dan Didi mempunyai potensi” tuturnya kepada team humas Didi-Rnso.

Di akhir sambutannya Didi Ahmadi Djamhir berpesan kepada seluruh PJ TPS baik dari PKS atau PBB dan juga relawan untuk mewaspadai masalah pragmatisme politik. “Di Sumedang ini masih banyak pemilih yang memilih di dasarkan pada pemberian dari Paslon, bukan di dasarkan pada kemengertian Visi dan Misi. Sehinga ini menjadi tugas kita bersama untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di barengi dengan upaya menyampaikan Visi dan Misi kita.” pungkas Didi Ahmadi Djamhir (dedismd)
SHARE THIS :

0 komentar:

Posting Komentar