Konsepsi Pengembangan Kota Sumedang Pasti Hurip

Selasa, 01 Januari 2013

"Kota Sumedang sebagai Kota Orde 1 pada perkembangan kotanya terlihat ada pembangunan walaupun tak sepesat kota cimahi dan kota-kota lainnya di Jawa Barat, saya mau berbagi dengan kota kelahiranku karena saya telah berpengalaman membangun daerah lain," Kata Didi Ahmadi Djamhir penuh optismisme.

Kabupaten Sumedang Untuk PDAS Daerah Perkotaan sebenarnya berada di Daerah Jatinangor ,Cimanggung dan Tanjungsari karena daerah ini dijadikan oleh Propinsi Daerah Jawa Barat sebagai kota Pendidikan dan manjadi penyangga perkembangan Kawasan Bandung Raya.

"Potensi Kabupaten Sumedang untuk Dari sifat kawasannya, Tata Ruang Wilayah Sumedang kalebet lengkap aya kawasan metropolitan Bandung (Jatinangor-Cimanggung-Pamulihan-Tanjungsari) aya kota sedang (Sumedang) sareng daerah penyangga kota kecamatan sareng pedesaannya. Salami ieu pengembangan masing-masing kawasan teu acan optimal, perlu triger kreatif  (pemeritah-swasta-masyarakat) terkait penataan fungsi-fungsina agroforestry, tanaman buah-buahan, padi sawah, permukiman desa (peternakan), dan perkotaan. Akhirna kabentuk konfigurasi lansekap wilayah nu menarik. Untuk berproduksi kreatif (anyaman, panen buah, atsiri, snack kuliner, etnik garment, pertukangan (craft) dsb. Ieu modal utama kanggo jadi kawasan kampus besar, kawasan riset dan daerah tujuan wisata. START disini SUMEDANG HURIP NGAPAK," Kata  Didi Djamhir dalam bahasa sunda.

Pada pembangunan kota sumedang ada beberapa perubahan pembangunan seperti : pembangunan RIPP walaupun belum rampung semuanya, pembangunan terminal regional, pembangunan islamic center, pembangunan rumah sakit skala regional dan fasilitas dan utilitas pendukung lainnya," kata Didi Ahmadi Djamhir dengan melanjutkan pekerjaan yang dilakukan Pemkab yang belum tergarap Pemkab sebelumnya.

Pada pembangunan kota sumedang Didi Ahmadi Djamhir berencana akan membangun "IT Creative dan Budaya Center" Seperti halnya kota Cimahi. Pada lokasi yang paling aksesibel dan perbaikan prasarana infrastruktur yang rusak seperti pendidikan, jalan dan sebagainya. "Ada dua alternatif untuk mengembangankan "IT Creative dan Budaya Center" yaitu memakai lahan di GOR Ahmad Yani atau lapangan Pacuan Kuda, dan lahan yang digunakan untuk pembangunan "IT Creative dan Budaya Center" digantikan atau di alokasikan ke daerah lain," Kata Didi Ahmadi. Hal ini sebagai antisipasi terhadap penggunaan lahan alun-alun sebagai "pasar kaget".

Pada pengembangan revitalisasi pasar kota sumedang Didi Jamhir menginginkan revitalisasi di buat dua muka yaitu muka pertama tetap dan muka ke dua menghadap ke arah gor sepakbola ahmad yani yang nantinya bersatu dengan "IT Creative dan Budaya Center" kota Sumedang. Hal ini sejalan dengan Pemkab sumedang akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Sumedang.

"Lalu bagaimana kang bila Kota Sumedang telah terlintas jalan Cisumdawu yang mungkin menjadi kota sumedang menjadi sepi", Kata saya.

Pembangunan Jalan Tol Cisundwawu Pemerintah Propinsi Jawa Barat akan menempatkan pintu tol sebanyak lima lokasi menuju ke dalam kota Sumedang.

“Semoga potensi di Sumedang meningkat ketika saatnya nanti jalan tol Cisumdawu jadi, dan 5 titik interchange rest area di jalur tol Cisumdawu,
akan di bangun rest area, sehingga ada pendapatan terhadap PDAS daerah Kabupaten Sumedang", Kata Didi Djamhir saat ditanyai. Sehingga Kota sumedang tetap hidup dengan potensi perdagangan dan  pariwisata yang ada.

"atau dengan memakai konsep seperti kota di malaysia dimana di sepanjang jalur Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) tidak dibangun rest area, rest area hanya di titik-titik interchange saja sehingga kota di lewatinya tetap hidup," kata Didi Ahmadi Djamhir. (diesmd)
SHARE THIS :

3 komentar:

  • Dediesmd says:
    1 Januari 2013 22.53

    "nawaitu" dengan istiqomah - bersama kecerdasan dan syiyasah - inovasi- kreatifitas - dan terus beriqro.

  • wewengkon sumedang says:
    23 Januari 2013 09.50

    muhun setuju...perlu konsep agar Sumedang menjadi daerah yang lebih menarik, ayeuna mah asa rada kusut Sumedang teh

  • Anonim says:
    19 Juli 2013 22.51

    Masyarakat berharap ada penataan di kawasan Tanjungsari supaya tidak macet terus,jalan diperlebar dan trotoarnisasi, pelebaran jalan dari mulai SPBU Ciromed - SMAN Tanjungsari, terminal bis damri + angkot harus secepatnya di bangun, pembuatan jembatan penyebrangan orang disekitar pasar dan alun-alun.

Posting Komentar